Iron Jawed Angels
Entah kapan aku terakhir kali nangis waktu nonton film sebelumnya, tapi film ini akhirnya membuatku nangis. Bukan karena sedih, tapi lebih karena kagum, terharu, sekaligus iri, bagaimana seorang perempuan bisa mempengaruhi begitu banyak orang lain di luar dirinya, bagaimana seorang perempuan bisa begitu teguh memperjuangkan apa yang diyakini. Perempuan hebat di film itu adalah Alice Paul, tokoh utama film ini yang diperankan Hilary Swank (sebenernya Paul ini punya banyak teman-teman yang juga nggak kalah hebatnya, tapiiii cuma kusebut dia ya karena dia tokoh utamanya. Practical reason, laah.. hehe). I’m not a big fan of Swank, tapi menurut ingatanku, yang kutau pendek ini, banyak filmnya yang memang bagus.
Oke, call me idiot karena tidak mengenal nama Alice Paul sampai akhirnya nonton film ini. Hellooo… dia tokoh yang memperjuangkan perempuan di AS untuk mempunyai hak pilih!! Dan aku menyebut diriku peduli pada gerakan perempuan?? Huuhhh… rasanya malu pada diri sendiri. Terima kasih banyak untuk sem ua yang memungkinkan kisah Alice Paul dkk ini difilmkan, dan akhirnya menambah wawasan mengenai gerakan perempuan. Tanpa adanya film ini, entah kapan aku akhirnya bisa tau nama ini. Menyedihkan, ya (sekaligus lebay,hehe)?
Di sini aku nggak akan banyak ngomong soal isi filmnya. Kalau soal itu, mending nonton sendiri, deeh… Tapi yang ingin kubagi di sini adalah bagaimana film ini serasa menohokku dengan pertanyaan, “Lihat, seorang perempuan bisa tetap pada perjuangannya meskipun dia mendapat tekanan dari sana-sini, meskipun dia mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari semua orang di sekitarnya. Lalu, bagaimana denganmu?”
Ugh, bisakah kita tetap menyuarakan apa yang kita yakini bila semua orang mengolok gagasanmu? Jadi keinget Lili Wahid yang berani memilih opsi berbeda dari rekan-rekannya di fraksi saat paripurna beberapa hari yang lalu. Bila kita yang ada di posisinya, cukup beranikah kita menunjukkan bahwa kita memiliki pendapat yang berbeda? Ataukah kita lebih memilih ikut arus, seraya berharap semua orang akan menyadari kebenaran gagasan kita? Berdoa sesuatu atau seseorang di luar kita akan membuat keadaan seperti yang kita inginkan, tanpa kita harus bersusah payah melakukan sesuatu mengenainya?
Oh, stop daydreaming, pliiiissss….!!! Apa yang kita harapkan? Seseorang tak dikenal akan memperjuangkan apa yang kita yakini, lalu kita tinggal menikmati hasilnya? Oh, pliiss… Percayalah, bila semua orang berpikir seperti itu, kita tidak akan bisa mengharapkan adanya perubahan apapun.. (hum.. sepertinya aku terlalu berapi-api… oke, mari kita turunkan temponya… ;p)
Maksudku adalah, semua orang hebat yang membuat perubahan hebat di dunia ini, pastilah pernah menjadi bukan siapa-siapa. Seorang gus dur yang dihormati di sana-sini itu juga pernah mengalami saat-saat dianggap aneh karena memiliki kebiasaan yang berbeda dari teman-temannya yang lain (meski bagi beberapa orang, dia tetap ‘aneh’ sampe akhir hayatnya.. ;p). Nggak ada orang yang hebat sejak lahir karena bawaan dari sananya. Semua orang yang kita anggap hebat, siapapun itu, pastilah ada saatnya mereka hanyalah manusia biasa seperti kebanyakan dari kita. Bedanya adalah, mereka berani melakukan apa yang mereka anggap benar, no matter what people say. Mereka berani mengorbankan “kenyamanan” hidup mereka demi terwujudnya harapan mereka. Mereka berani dicap negatif oleh masyarakat hanya karena mereka memiliki pendirian yang berbeda. Untuk menjadi orang hebat, kita harus bangun dari mimpi siang hari kita, dan mulai melakukan apa yang kita anggap benar. So, are u with me?